Kolom iklan

Memberi sama dengan menerima



Banyak ulasan mengenai memberi, ada temen pengusaha muslim yang berpendapat apabila usaha kita sedang sepi perbanyaklah memberi, bersedekah dengan ikhlas dan alhamdulillah datang banyak orderan. Sekarang usahanya bertambah maju tetap dengan pendapatnya apabila usahanya sedang sepi maka tambahlah sedekah ikhlas karena Alloh Swt.

Disebuah perbincangan dengan pengusaha muslim yang lain ada sebuah pendapat yang unik, misalkan kita dalam satu tahun mempunyai target mempunyai uang senilai Rp.100.000.000,00 maka kita keluarkan dulu buat sedekah sebesar 2,5 % yaitu Rp. 2.500.000,00 ikhlas karena Alloh Swt, nisaya dalam satu tahun dengan keyakinan penuh kesadaran bahwa janji Alloh Swt pastilah benar maka dalam setahun benar target kita tercapai dengan sukses.

Ketika kita memberi, bersedekah dengan ikhlas ada perasaan yang tidak dapat dilukiskan, satu perasaan lega, perasaan bahagia yang tidak bisa tukar atau dibeli bahwa kita merasa lega bisa berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain, mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua. Cobalah, cobalah cari saudara kita yang membutuhkan bantuan, kasih sedikit yang bisa kita beri dan rasakan perasaan lega, perasaan bahagia ini. Adalah merugi bagi kita yang belum pernah sekalipun merasakan nikmatnya memberi dan bersedekah.

RasulAllah Shollallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi bertambah berkah.Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipatganda (700 kali) dan sebagai ganti, sebagaimana firman-Nya:

” Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah “.

{Qs. Al Lail (92) : 5-8}

“Perumpamaan ( nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki . Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui” .

{Qs. Al Baqarah (2) : 261}

RasulAllah SAW bersabda, “Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru, “Ya Tuhan, kurniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah “. Yang satu lagi menyeru “musnahkanlah orang yang menahan hartanya”.

Bahwa telah dibahas oleh berbagai pakar muslim maupun non muslim hukumnya memberi sama dengan menerima, artinya apapun, berapapun yang kita beri kepada orang lain sejatinya adalah memberi kepada diri kita sendiri,bersedekah kepada diri kita sendiri dengan hasil yang dilipatgandakan, bagi kita yang muslim pasti oleh Alloh Swt. Dan hukum ini bersifat mutlak artinya baik itu yang percaya maupun yang tidak percaya, apabila bersedia memberi sama artinya dengan menerima dengan dilipatgandakan. Sama persis dengan hukum lainya semisal hukum gravitasi kita lepas sebuah benda dari ketinggian maka benda akan meluncur jatuh ke bawah, berlaku baik yang percaya maupun yang tidak percaya.

“Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal :

amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akannya”

(HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad)

Filed under: Uncategorized, Ekonomi, Enterpreneurship | Comments (0)

by : nawwaf- pengusahamuslim.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered By Blogger | Portal Design By Trik-tips Blog © 2009 | Resolution: 1024x768px | Best View: Firefox | Top